PESONA WISATA “KOTA SOLO”
Solo : siapa yang yang ga kenal Kota ini ???.
Konon Kota ini didirikan pada tahun 1745, ditandai dengan dimulai pembangunan Keraton Mataram sebagai ganti keraton di Kartasura yang hancur akibat pemberontakan orang-orang Tionghoa melawan kekuasaan Pakubuwono (PB) II yang bertakhta di Kartasura pada tahun 1742. Pemberontakan ini bahkan mengakibatkan PB II menyingkir ke Ponorogo, Jawa Timur.
Dengan bantuan VOC, pemberontakan dapat ditumpas dan Kartasura direbut kembali, tapi keraton sudah hancur dan dianggap “tercemar”. Sunan Pakubuwana II lalu memerintahkan Tumenggung Honggowongso dan Tumenggung Mangkuyudo serta komandan pasukan Belanda J.A.B. van Hohendorff untuk mencari lokasi Ibukota Kerajaan Mataram Islam yang baru. Maka dibangunlah keraton baru di Surakarta (menurut pihak tertentu, nama asli adalah “Salakarta”), 20 km ke arah tenggara dari Kartasura, pada 1745, di desa Sala di tepi Bengawan Solo.(inilah asal nama solo, dari nama desa sala). (wisatasolo.com)
Berbagai keindahan nampak di berbagai sudut di kota ini. kalau berkunjung ke kota ini, pastinya banyak tujuan yang hendak dikunjungi. kalo ada yang kelewatan, dan sudah pulang sampai rumah atau masih diperjalanan, tentunya kecewa dan kepengin kembali. waduh, nyesel kan kalo begini.
nah biar kalian gak nyesel di kemudian hari. sedikit luangkan waktu anda untuk baca tulisan ini. ketika nanti datang kesolo jangan lupa anda untuk menikmatinya.
pertama adalah bus tingkat

Bus tingkat ini hanya ditawarkan kepada wisatawan yang ingin berkeliling Solo. Lokasi yang bisa dituju, antara lain Keraton Surakarta, Kampung Batik Kauman dan Laweyan, Mangkunegaran, Museum Radya Pustakan dan sejumlah tempat lainnya. Bus tingkat dapat mengantar wisatawan sesuai keinginannya.“Dulu bus tingkat adalah bus reguler, kalau bus tingkat kali ini konsepnya berupa bus wisata dengan paket atau carter”
kereta jaladara

Sepur Kluthuk berloko uap jenis C1218 buatan Maschinenbau Chemnitz Jerman tahun 1896 dilengkapi dua gerbong penumbang tipe CC 16 dan CR 144, sejak resmi dioperasikan oleh Menteri Perhubungan (waktu itu) diberi nama Kereta Jaladara. Jaladara diambil dari cerita pewayangan, nama kereta pusaka yang digunakan Prabu Kresna untuk membasmi angkara murka.
Sepur Kluthuk Jaladara yang beroperasi sebagai kereta wisata kota, memanfaatkan jalur rel yang membelah kota Solo dari Stasiun Purwosari hingga Stasiun Kota Sangkrah. Jalur rel yang dipakai, membentang di sepanjang jalan Slamet Riyadi dengan jarak sekitar 5 kilometer. Jalur rel itu sendiri sudah ada sejak tahun 1920, dibangun oleh NIS (Nederlandsch Indië Spoor Maatschappig).
Di Indonesia baru pertama kalinya ada wisata kota yang memanfaatkan kereta kuno berlokomotif uap. Wisata kota memanfaatkan kereta uap tersebut terdapat di kota Solo.
kaloana datamgmya agak pagi jangan lewatkan masakan yang sederhana tapi istimewa. yaitu :
nasi liwet solo

Nasi Liwet adalah nama salah satu makanan yang cukup populer di kalangan masyarakat Kota Solo, yah sebagian juga beranggapan belum berkunjung ke Kota Solo kalo belum nyobain makanan ini. Nasi Liwet adalah sebuah makanan yang berisi Nasi Putih yang di masak pulen, kemudian di guyuri dengan sayur sambal goreng Japan (indonesianya : Labu Siam), Kumut yang berasal dari santan dan telur yang di campur jadi satu, Telur dadar tapi bukan di goreng, melainkan di kukus (rebus) sehingga membuat Nasi Liwet menjadi sedikit berbeda nah yang terakhir di atas nasi itu di beri Opor Ayam yang di siwir-siwir tapi pembeli juga bisa minta utuh dan yang suka daging ayam bisa di ganti dengan telur rebus yang tentunya juga di bumbu opor. Nah yang bikin lebih khas lagi Nasi Liwet ini tidak di sajikan menggunakan piring tapi menggunakan daun pisang yang di bentuk seperti tempat makan (di pincuk) serta tidak menggunakan sendok, melainkan menggunakan Suruh (sendok dari irisan daun pisang). Menikmatinya pun lebih enak bila di sajikan bersama Karak (Kerupuk Nasi) dan secangkir Teh Anget (Teh Hangat).
jika anda lelah setelah berkunjung wisata di siang hari, jangan lupa nyobain tengkleng kambing

Makanan khas Solo ini sangat populer. Isi tengkleng adalah tulang-belulang kambing dengan daging yang menempel. Sensasi menyantap hidangan justru ketika menggerogoti sedikit daging yang menempel pada tulang dan mengisap-isap isi tulangnya. yah rasanya bener - bener memanjakan lidah kita,pokoknya kalo sekali makan bakal ada duanya.
yah kalo anda sampe kemalaman, jangan lupa untuk menyicipi sajian makanan yang super lengkap ini,
GALABO = Gladak Langen Bogan (Wisata Kuliner)

Kota Solo / Surakarta sangat terkenal akan wisata kuliner, bahkan salah satu potensi wisata terbesar kota ini adalah wisata kuliner. Tempat yang menjadi tujuan kuliner antara lain adalah tengkleng pasar klewer, susu shijack, nasi liwet, bubur lemu, wedang dongo, bestik lidah, gudek ceker Bu Kasno dan sate sapi “Yu Rebi” . Sebuah terobosan baru yang dilakukan pemerintah kota Solo adalah menggabungkan semua obyek wisata kuliner tersebut di dalam satu kawasan di daerah Gladak, Solo.
Kini wisatawan kuliner dapat dengan mudah menikmati kelezatan kuliner kota Solo / Surakarta dengan hanya mengunjungi satu kawasan. Tempat yang diberi nama Gladak Langen Bogan ( Galabo ) ini setiap harinya dapat dikunjungi antara 1500 – 2000 orang dan dapat meningkat hingga dua kali lipat pada hari sabtu / minggu / libur, pengunjung tempat inipun bahkan tidak hanya dari kota Solo melainkan juga dari kota-kota disekitar Solo. Keunikan dari tempat wisata kuliner ini adalah lokasinya yang terletak di jalan raya, wisatawan kuliner dapat menikmati makanan di tengah jalan yang bersih dan telah ditutup bagi kendaraan.
nah kayaknya udah sepaket nih solo di hati wisatawannya.
Sekian adalah sedikit pesona wisata ” kota solo” yang jumlahnya tak terhitung. Saya yakin postingan ini tidak sempurna dan tidak luput dari kesalahan, bila ada salah-salah yang dilakukan penulis saya mohon maaf.
Sekian dan terima kasih.







